Mitos mengenai kegagalan pelatih asing untuk merengkuh trofi Piala Dunia kembali terbukti dalam edisi 2026. Sejak turnamen sepak bola terakbar ini pertama kali digelar pada tahun 1930 di bawah inisiasi Jules Rimet, belum pernah ada satu pun pelatih berkewarganegaraan asing yang berhasil membawa tim asuhannya naik ke podium tertinggi sebagai juara dunia.
Kepastian berlanjutnya tren unik ini dikukuhkan setelah tim nasional Spanyol dan Argentina berhasil melaju ke babak final Piala Dunia 2026. Kedua finalis tersebut sama-sama ditukangi oleh pelatih lokal berpengalaman; Luis de la Fuente memimpin armada Spanyol, sementara Lionel Scaloni kembali mengawal taktik bagi Argentina.
Upaya serius untuk mematahkan sejarah kelam tersebut sebenarnya sempat diusung oleh tim nasional Inggris yang memercayakan kursi kepelatihan kepada juru taktik asal Jerman, Thomas Tuchel. Namun, langkah skuad Tiga Singa harus terhenti di babak semifinal setelah takluk 1-2 dari Argentina dalam laga sengit yang digelar di Stadion Atlanta.
Dalam sejarah panjang Piala Dunia, pencapaian terjauh pelatih asing hanyalah menempati posisi runner-up, sebuah catatan yang baru terjadi dua kali. Torehan pertama diukir oleh pelatih asal Inggris, George Raynor, yang membawa Swedia ke final Piala Dunia 1958 sebelum ditundukkan oleh Brasil. Dua dekade kemudian, giliran Ernst Happel asal Austria yang mengantar Belanda ke partai puncak Piala Dunia 1978, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Argentina.