Peristiwa langit menarik akan tersaji pada akhir Agustus 2026. Fenomena Bulan purnama Sturgeon Moon dijadwalkan mencapai fase puncaknya pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertepatan dengan peristiwa gerhana Bulan sebagian yang dapat diamati dari berbagai belahan dunia.
Berdasarkan data dari Timeanddate, fase puncak purnama Sturgeon Moon ini akan terjadi tepat pada pukul 04.18 UTC atau sekitar pukul 11.18 WIB. Bagi para pencinta astronomi, satelit alami Bumi ini akan terlihat hampir sepenuhnya bulat sejak malam tanggal 27 hingga 29 Agustus.
Adapun gerhana Bulan sebagian tersebut diproyeksikan berlangsung mulai Kamis malam, 27 Agustus, hingga dini hari Jumat, 28 Agustus waktu setempat. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 00.12 EDT, di mana sekitar 96 persen permukaan Bulan akan tertutup oleh bayangan inti Bumi atau umbra. Bagian yang tertutup ini akan tampak lebih gelap dan memancarkan rona kemerahan akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi.
Sepanjang tahun 2026, fenomena gerhana Bulan tidak hanya terjadi sekali. Sebelumnya, pada 2-3 Maret 2026, masyarakat di wilayah Asia-Pasifik dan Amerika Utara bagian barat berkesempatan menyaksikan gerhana Bulan total yang bertepatan dengan fenomena Worm Moon.
Tahun 2026 juga tergolong istimewa bagi dunia astronomi karena memiliki 13 kali Bulan purnama akibat adanya fase Blue Moon, yakni ketika terdapat dua kali purnama dalam satu bulan kalender pada Mei. Selain itu, tahun tersebut akan dihiasi oleh beberapa fenomena supermoon seperti Wolf Moon, Beaver Moon, dan Cold Moon, serta dua kali peristiwa gerhana matahari.