Adopsi teknologi medis mutakhir makin masif di Indonesia, salah satunya melalui pemanfaatan bedah robotik dalam dunia kedokteran. Inovasi ini telah diterapkan pada berbagai prosedur medis krusial seperti penggantian sendi lutut, urologi, bedah saraf, hingga bedah digestif. Momentum dorongan adopsi standar global ini mengemuka dalam ajang Siloam Robotic Summit 2026 di Jakarta, yang mempertemukan para ahli medis untuk menguatkan kompetensi dan transfer pengetahuan.
Salah satu nilai tambah utama dari teknologi bedah robotik adalah tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Wakil Ketua Komite Nasional Teknologi Robotik Bidang Kesehatan, Aristo Setiawidjaja, mengungkapkan bahwa pergerakan instrumen robotik dapat dikontrol secara stabil hingga skala milimeter. Hal ini meminimalisasi potensi getaran tangan dan mencegah pengambilan jaringan sehat secara berlebihan. Aristo menegaskan, keberadaan robotik berfungsi sebagai instrumen penunjang untuk mengoptimalkan keahlian dokter, bukan menggantikan peran nakes.
Dari sisi efisiensi medis, pemanfaatan robotik berdampak nyata pada durasi perawatan pasien. Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dr. Yanti Herman, menjelaskan bahwa tindakan invasif minimal ini secara signifikan mengurangi durasi rawat inap (length of stay) dan meminimalisasi risiko infeksi. Evaluasi klinis internal Siloam menunjukkan rata-rata masa rawat pasien bedah robotik hanya mencapai 4,5 hari, jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional yang memakan waktu 6,2 hari.
Aspek keselamatan pasien juga mengalami peningkatan pesat. Data klinis mencatat tidak adanya kasus infeksi maupun rawat inap ulang dalam 30 hari pascaoperasi lutut berbasis robotik. Selain itu, teknologi seperti sistem Da Vinci Xi mampu menekan risiko konversi ke operasi terbuka hingga 56 persen. Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi, menambahkan bahwa ketersediaan fasilitas canggih ini di dalam negeri menekan angka pasien yang berobat ke luar negeri, sehingga pasien mendapatkan dukungan psikologis yang optimal dari keluarga selama proses penyembuhan.
Saat ini, layanan bedah robotik telah disiagakan di tujuh pusat layanan Siloam yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar. Langkah ini memperkuat komitmen penanganan medis terpadu, termasuk pengembangan Siloam Hospitals Kebon Jeruk sebagai pusat keunggulan bedah robotik dan bedah invasif minimal di Indonesia.