PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), perusahaan teknologi yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo, bersiap melebarkan sayap bisnisnya. Emiten ini berencana merambah sektor baru, yakni konstruksi sentral telekomunikasi, guna memperkuat portofolio infrastruktur digital yang telah berjalan.

Direktur Utama WIFI, Hendrik Tee, mengungkapkan bahwa ekspansi ini dirancang untuk menyokong dan memperkokoh pilar bisnis utama perseroan di bidang infrastruktur telekomunikasi. Ia memastikan langkah strategis ini tidak akan membawa dampak material negatif terhadap operasional, aspek hukum, maupun stabilitas keuangan perusahaan.

Berdasarkan hasil kajian kelayakan dari kantor jasa penilai independen, lini usaha baru ini akan difokuskan untuk menggarap pasar korporasi (business-to-business/B2B). Proyeksi finansial menunjukkan bahwa investasi pada lini baru ini memiliki periode pengembalian modal (payback period) yang relatif cepat, yaitu sekitar 1 tahun 5 bulan sejak proyek mulai bergulir.

Guna menjaga efisiensi anggaran modal, manajemen WIFI memilih untuk memaksimalkan 35 karyawan yang sudah ada serta menerapkan sistem sewa untuk pengadaan alat-alat berat. Rencana ekspansi bisnis ini dijadwalkan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 September 2026 mendatang.

Sebagai informasi, struktur kepemilikan saham WIFI saat ini didominasi oleh PT Investasi Sukses Bersama (ISB) yang menguasai 54,42% saham selaku pengendali utama di bawah naungan Hashim Djojohadikusumo. Porsi kepemilikan lainnya dipegang oleh Djoni sebesar 5,27%, sementara sisa 40,30% saham dimiliki oleh publik.