Inovasi di sektor peternakan kini mulai bergeser ke arah otomatisasi dan efisiensi ruang. Salah satu contoh sukses terlihat di Kelurahan Phong Coc, di mana peternak Dong Quang Cuong menginvestasikan dana sebesar 5 miliar VND untuk membangun fasilitas kandang bebek berbasis teknologi penyimpanan dingin (cold storage) di atas lahan seluas 2.000 meter persegi.

Sistem ini dirancang untuk menjaga stabilitas suhu di kisaran 26-28 derajat Celcius sepanjang waktu, bahkan saat cuaca ekstrem. Dengan kondisi lingkungan yang terkontrol, kesehatan ternak lebih terjaga dan risiko penyakit dapat diminimalisir secara signifikan dibanding metode peternakan terbuka tradisional.

Salah satu keunggulan utama dari model ini adalah efisiensi tenaga kerja. Jika metode konvensional membutuhkan hingga 9 pekerja untuk mengelola 10.000 ekor bebek, sistem otomatisasi ini hanya memerlukan satu operator. Selain itu, desain kandang yang terintegrasi dengan sistem pengolahan limbah mikroba memungkinkan kotoran diolah menjadi pupuk cacing, yang sekaligus menjaga sanitasi kandang tetap bersih dan bebas bau.

Secara ekonomi, model ini memberikan hasil yang jauh lebih menguntungkan. Bapak Cuong mampu memproduksi hingga delapan siklus panen setiap tahun dengan total populasi mencapai 208.000 ekor. Efisiensi lahan juga menjadi daya tarik utama, mengingat kapasitas yang sama pada peternakan konvensional biasanya membutuhkan area hingga 5-6 hektar.

Meskipun menuntut investasi awal yang tidak sedikit, pendekatan peternakan modern ini dianggap sebagai masa depan bagi industri ternak di Provinsi Quang Ninh. Dengan meminimalisir dampak fluktuasi cuaca serta mengoptimalkan penggunaan lahan dan pakan, teknologi ini terbukti mampu menjamin keberlanjutan bisnis di tengah tantangan iklim dan kebutuhan akan pangan yang aman.