Dua raksasa korporasi Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), resmi memperluas jangkauan bisnis mereka ke sektor energi baru terbarukan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah strategis ini terealisasi setelah konsorsium yang berafiliasi dengan kedua emiten tersebut memenangi tender PSEL Tahap II yang diselenggarakan oleh BPI Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
Analisis dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa ekspansi ini menjadi mesin pertumbuhan baru bagi kedua perseroan sekaligus memperkokoh komitmen mereka di bidang energi bersih. Chandra Asri masuk melalui anak usahanya, PT Chandra Waste Energy—entitas yang baru bertransformasi dari bisnis pelayaran menjadi pengolah limbah pada tahun 2025. Bersama Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia, mereka bersiap menggarap proyek PSEL Serang Raya dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.161 ton sampah per hari.
Keterlibatan Chandra Asri dalam proyek PSEL ini merupakan kelanjutan dari peta jalan energi hijau yang telah dirintis sejak Agustus 2025. Emiten yang dikendalikan oleh Barito Group milik Prajogo Pangestu ini sebelumnya telah memanfaatkan bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF) untuk metode co-firing pada boiler batu bara di fasilitas mereka di Pulo Ampel, Serang. Upaya pemanfaatan RDF tersebut terbukti efektif menekan emisi karbon secara signifikan.
Di sisi lain, Bakrie & Brothers menugaskan anak usahanya, PT Bakrie Power melalui PT Bakrie Metal Industries, untuk bergabung dalam konsorsium Mentari Citra Lestari. Konsorsium yang turut diperkuat oleh PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited ini akan mengembangkan PSEL Surabaya Raya. Proyek ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.100 ton sampah setiap harinya menjadi pasokan listrik baru.
Bagi Bakrie Power, proyek PSEL Surabaya Raya ini melengkapi diversifikasi portofolio energi mereka yang sebelumnya meliputi pembangkit listrik tenaga uap, panas bumi, hingga jasa konstruksi panel surya. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja segmen manufaktur dan infrastruktur grup Bakrie. Dari sisi pasar modal, minat investor yang tinggi membuat valuasi saham TPIA dan BNBR kini diperdagangkan di atas rata-rata sektornya masing-masing.