BULELENG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra tengah merancang langkah ekspansi bisnis strategis guna menggenjot pendapatan daerah. Badan usaha milik daerah (BUMD) ini berencana membangun kawasan industri terpadu yang terintegrasi dengan pasar hewan di wilayah Bali Utara, tepatnya di Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Direktur Utama Perumda Swatantra, I Gede Bobi Suryanto, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi pendapatan perusahaan. Menurutnya, mengandalkan tiga pilar bisnis utama yang berjalan saat ini dinilai belum cukup untuk mendongkrak performa finansial secara signifikan. Saat ini, pihaknya tengah menyusun studi kelayakan (feasibility study) secara mendalam sebelum diajukan kepada Kuasa Pemegang Modal (KPM).

Konsep yang diusung bukan sekadar pasar hewan konvensional, melainkan pusat industri hulu-hilir yang menyinergikan sektor pertanian dan peternakan. Di lahan seluas 12 hektare tersebut, rencananya akan dibangun fasilitas pengolahan hasil bumi seperti jagung, kopi, padi melalui Rice Milling Unit (RMU), peternakan sapi dan babi, hingga pabrik pupuk organik untuk memanfaatkan limbah peternakan.

Terkait pengelolaan peternakan, Perumda Swatantra berencana menyerap sapi hidup dengan bobot di atas 300 kilogram untuk didistribusikan ke luar daerah. Kendati demikian, pasokan daging untuk kebutuhan konsumsi lokal di Kabupaten Buleleng tetap menjadi prioritas utama melalui kemitraan dengan Rumah Potong Hewan (RPH) setempat. Langkah koordinasi juga telah dijalin dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Buleleng.

Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan alokasi dana sekitar Rp22,4 miliar. Skema pembiayaan akan diputuskan setelah dokumen studi kelayakan rampung sepenuhnya. Gede Bobi menegaskan bahwa seluruh aspek, mulai dari AMDAL, kesesuaian tata ruang, dampak sosial, hingga keselarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), akan dikaji ketat guna memastikan keberlanjutan proyek dan kesejahteraan masyarakat lokal.