Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan publik melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026. Acara bertajuk "Empowering Health: From Pharmaceutical Innovation to Public Awareness" ini digelar di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Surakarta, dan menyoroti ancaman nyata penyakit kardiovaskular.
Hadir sebagai pembicara utama, praktisi medis sekaligus pembuat konten edukasi kesehatan, dr. Gia Pratama Putra, mengingatkan ratusan mahasiswa farmasi mengenai tingginya angka fatalitas akibat penyakit jantung dan stroke. Menurutnya, perhatian publik sering kali teralihkan oleh isu-isu viral seperti kriminalitas dan kecelakaan, padahal ancaman kematian terbesar di Indonesia justru datang dari penyakit tidak menular.
Dalam paparannya, dr. Gia menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering menyederhanakan keluhan kesehatan serius sebagai sekadar gejala "masuk angin". Anggapan keliru ini kerap menunda penanganan medis darurat yang berujung fatal. Ia menjelaskan bahwa sumbatan pada pembuluh darah koroner terjadi secara bertahap akibat kerusakan endotel, bukan sebuah serangan yang terjadi mendadak tanpa proses.
Untuk mencegah keterlambatan penanganan, dr. Gia membagikan dua indikator utama serangan jantung yang harus diwaspadai: nyeri dada yang menjalar hingga ke lengan kiri, leher, atau punggung, yang disertai dengan keringat dingin berlebih. Jika kedua gejala tersebut muncul secara bersamaan, ia mendesak agar pasien segera dilarikan ke instalasi gawat darurat guna mendapatkan diagnosis penunjang seperti elektrokardiogram (EKG) serta tindakan penyelamatan seperti pemasangan ring jantung.
Melalui kampanye edukasi yang masif, dr. Gia menargetkan dapat menyelamatkan satu juta jiwa dari ancaman serangan jantung dan stroke. Ia pun menaruh harapan besar agar para mahasiswa bidang kesehatan dapat bertindak sebagai agen edukasi berbasis bukti ilmiah demi mengubah gaya hidup masyarakat yang rentan akibat faktor kelelahan, stres, dan pola makan yang tidak sehat.