Sebanyak 40 ibu rumah tangga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, mendapatkan pelatihan intensif mengenai penanganan diare dan pencegahan dehidrasi pada anak melalui program Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD). Inisiatif edukatif yang diusung oleh Tim PPK Ormawa PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dirancang untuk menempatkan kaum ibu sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga, khususnya dalam mendeteksi serta merespons gejala awal diare secara mandiri.

Ketua Pelaksana KIAD, Rengga Prayoga, menjelaskan bahwa pemahaman ketanggapdaruratan di tingkat rumah tangga menjadi faktor kunci untuk menekan risiko komplikasi akibat dehidrasi berat pada balita. Sejalan dengan hal tersebut, Bidan Desa Blimbing, Nurhayanti, turut menyoroti pentingnya konsistensi masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk pengolahan air minum yang higienis serta edukasi kebiasaan mencuci tangan bagi anak-anak.

Hal yang membedakan kegiatan edukasi ini adalah pemanfaatan teknologi modern berbasis Augmented Reality (AR). Melalui aplikasi interaktif panduan mahasiswa UMS, para peserta dapat menyaksikan visualisasi tiga dimensi mengenai dampak infeksi diare serta proses terjadinya dehidrasi di dalam tubuh anak. Pendekatan visual mutakhir ini terbukti memudahkan para ibu dalam memahami materi medis yang kompleks secara lebih konkrit dan intuitif.

Selain pembekalan teori, para peserta diajak berpartisipasi langsung dalam sesi simulasi pertolongan pertama. Didampingi mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UMS, D. Clarita Selly Agatha dan Alfia Azzahra, para warga mempraktikkan cara meracik larutan rehidrasi oralit menggunakan bahan dapur sederhana. Peserta juga melatih prosedur enam langkah cuci tangan menggunakan inovasi alat SEKAKI (Cuci Tangan Pakai Kaki) yang memungkinkan warga membersihkan tangan tanpa menyentuh kran secara langsung demi menekan penyebaran kuman.

Rangkaian program ditutup dengan evaluasi pemahaman melalui tes sebelum dan sesudah materi (pre-test dan post-test) yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan. Sebagai penunjang keberlanjutan hidup sehat di lingkungan keluarga, tim mahasiswa UMS membagikan paket sanitasi dan rehidrasi yang berisi sabun cuci tangan, sachet oralit, serta leaflet panduan kesehatan kepada seluruh peserta.