PURWOKERTO – Sebagai langkah preventif membentengi generasi muda dari ancaman penyakit menular seksual, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas menggelar pembinaan penanggulangan HIV/AIDS bagi seluruh siswa baru kelas X di Aula Madrasah pada Kamis (16/7). Edukasi ini dinilai mendesak menyusul tingginya temuan kasus di wilayah tersebut.
Ketua Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, Suwondo Geni, mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa Banyumas saat ini menempati peringkat kedua dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Jawa Tengah. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, khususnya dari kalangan pelajar yang diharapkan mampu menjadi benteng pencegahan.
Dalam pemaparannya, Suwondo mendorong para siswa untuk menyaring informasi secara bijak dan memperkuat moral serta nilai keagamaan dalam pergaulan sehari-hari. Ia juga mengingatkan agar para pelajar tidak memberikan stigma negatif kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), melainkan menumbuhkan kepedulian sosial yang sehat.
Kepala MAN 2 Banyumas, Muhamad Siswanto, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran dini siswa mengenai bahaya dan jalur penularan virus. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif sangat penting agar peserta didik dapat mengadopsi gaya hidup sehat serta menghindari perilaku berisiko tinggi.
Kegiatan edukatif ini mendapat respons positif dan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dinamis antara siswa dan narasumber. Pihak madrasah berharap para siswa baru tidak hanya mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga bertindak sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat luas.