SURABAYA — Universitas Teknologi Surabaya (UTS) mengambil langkah nyata dalam memberdayakan masyarakat pesisir dengan memperkenalkan teknologi pengasapan modern bagi para pelaku UMKM ikan asap di Kelurahan Kenjeran, Surabaya. Program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini bertujuan untuk mendongkrak kualitas produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka.
Fokus program ini diarahkan kepada Komunitas Ikan Asap Kenjeran yang menaungi 15 pelaku usaha rumahan. Selama puluhan tahun, warga setempat mengandalkan metode pembakaran tradisional menggunakan tempurung kelapa. Meski menjadi urat nadi perekonomian warga, sistem konvensional ini kerap memicu masalah konsistensi kematangan produk serta menghasilkan polusi asap tebal yang mengganggu kenyamanan lingkungan pemukiman sekitar.
Ketua Tim Pengabdian UTS, Devi Maya Sofa, menjelaskan bahwa inovasi teknologi Smokehouse dihadirkan sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Alat pengasapan modern ini dirancang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mampu menghasilkan tingkat kematangan ikan yang lebih merata, teknologi ini juga memperpanjang masa simpan produk dan secara signifikan menekan emisi asap hasil pembakaran.
Tidak hanya berfokus pada pembaruan alat produksi, tim akademisi UTS juga memberikan edukasi komprehensif mengenai higienitas dan keamanan pangan. Langkah ini dinilai krusial untuk membantu para perajin ikan asap mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Upaya pendampingan diperkuat dengan pelatihan desain kemasan serta pengurusan legalitas usaha agar nilai jual produk meningkat di mata konsumen modern.
Guna memperluas akses pasar, UTS turut membangun platform digital berupa situs web khusus yang merangkum profil dan katalog produk Komunitas Ikan Asap Kenjeran. Program kolaboratif ini melibatkan dosen UTS Wahyu Fahmy Rizaldi yang mengawal aspek legalitas hukum usaha, serta Ika Fitri Ulfindrayani yang fokus pada standar keamanan pangan, didukung aktif oleh keterlibatan para mahasiswa dalam implementasi di lapangan.