Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) mengambil langkah maju dalam modernisasi sektor pertanian. Langkah ini ditandai dengan rencana integrasi teknologi hemat air berbasis Internet of Things (IoT), Uwai Tuo Mannennungeng, ke dalam program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di wilayah tersebut.

Komitmen ini tertuang secara legal dalam Berita Acara Hasil Rapat Kerja Komisi Irigasi Kabupaten Bone. Keputusan ini tidak hanya mengesahkan pengaplikasian sistem cerdas tersebut pada aset irigasi yang ada, tetapi juga membuka peluang replikasi secara luas di berbagai kawasan pertanian di Bone demi mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang optimalisasi jaringan irigasi.

Pengenalan inovasi ini dilakukan dalam rapat koordinasi Operasi dan Pemeliharaan (O&P) JIAT di Watampone. Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) selaku perancang menjelaskan bahwa sistem pintar ini mampu memantau kondisi lahan secara langsung (real-time) serta menghemat penggunaan air hingga 25 persen.

Kepala Dinas SDABK Bone, Kasdar, mengapresiasi inovasi ini dan menyatakan kesiapannya untuk mereplikasi sistem tersebut di lokasi lain. Sementara itu, pihak akademisi Unhas berharap kolaborasi ini dapat menjadi solusi nyata atas problem keterbatasan air yang kerap dihadapi petani lokal, sekaligus menyinergikan hasil riset kampus dengan kebijakan praktis pemerintah daerah.