Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa kalangan dunia usaha merasa terkejut mendengar kabar mengenai dugaan kasus korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook. Program digitalisasi sekolah yang digagas pemerintah tersebut kini tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya indikasi penyelewengan anggaran.
Menurut Nadiem, reaksi terkejut dari para pelaku bisnis disebabkan oleh sistem pengadaan yang sebenarnya dirancang secara terbuka. Sebagian besar proses belanja barang dan jasa untuk sektor pendidikan tersebut telah diintegrasikan melalui platform digital kementerian serta e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) guna meminimalkan celah transaksi ilegal.
Meskipun demikian, Nadiem menegaskan komitmen kementeriannya untuk mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Pihak kementerian berjanji akan bersikap kooperatif terhadap penyelidikan guna memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap program kerja di lingkungan Kemendikbudristek tetap terjaga.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook untuk kebutuhan sekolah di tanah air ini diharapkan dapat segera diselesaikan secara tuntas. Penuntasan kasus ini dinilai sangat krusial agar tidak mengganggu kepercayaan publik terhadap kelanjutan program digitalisasi pendidikan nasional yang sedang gencar didorong oleh pemerintah.