Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Sebanyak 56 kelompok tenant mahasiswa, yang berasal dari program studi manajemen, akuntansi, dan ekonomi Islam, baru saja menyelesaikan tahapan kurasi bisnis sebagai langkah strategis sebelum tampil pada ajang Bazar Bisnis pada 22 Juli 2026 mendatang.

Proses kurasi ini merupakan muara dari rangkaian program inkubasi bisnis intensif yang telah berlangsung selama tiga pekan. Selama periode tersebut, para mahasiswa menerima pendampingan mendalam mencakup pengembangan model bisnis, inovasi produk, manajemen keuangan, hingga teknik pemasaran digital dan penguatan identitas merek.

Berbagai inovasi dihadirkan oleh para peserta, mulai dari produk kuliner kreatif, kerajinan tangan, hingga jasa berbasis digital. Di hadapan tim kurator, setiap kelompok memaparkan rencana bisnis mereka guna mendapatkan evaluasi profesional terkait kualitas produk, strategi penetapan harga, serta efektivitas pemasaran yang akan diterapkan di pasar sesungguhnya.

Dekan FEB UNISNU Jepara, Dr. H. Noor Arifin, SE, M.Si., menekankan bahwa kegiatan ini adalah upaya fakultas dalam membekali lulusan agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menjadi kreator lapangan kerja. Menurutnya, umpan balik dari para praktisi dan akademisi dalam proses ini sangat krusial bagi pengembangan nilai tambah produk mahasiswa agar lebih kompetitif.

Puncak dari seluruh rangkaian ini, yakni Bazar Bisnis, dijadwalkan akan dihelat di halaman kampus FEB UNISNU Jepara. Ajang ini akan menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menguji daya saing produk mereka secara langsung di hadapan sivitas akademika dan masyarakat umum, sekaligus menjadi batu loncatan bagi lahirnya startup muda yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional.