Jakarta - Yamaha Motor resmi mendapat kepercayaan sebagai pemasok tunggal motor untuk Kejuaraan Dunia FIM Moto3 mulai musim 2028. Kesepakatan jangka panjang tersebut diumumkan MotoGP bersama Yamaha dan akan berlaku hingga 2033.

Penunjukan ini menandai perubahan besar dalam kelas junior ajang balap Grand Prix. Selama ini, Moto3 menggunakan motor prototipe bermesin 250 cc yang dipasok oleh lebih dari satu pabrikan, dengan Honda dan KTM menjadi penyedia utama di grid saat ini.

Mulai 2028, seluruh peserta Moto3 akan beralih menggunakan platform yang dikembangkan Yamaha. Pabrikan asal Jepang itu akan menyiapkan basis mesin CP2 sebagai fondasi baru untuk kelas tersebut.

Perubahan ini disebut bertujuan memperkuat struktur pembinaan pembalap muda sekaligus memperbaiki keseimbangan performa di kelas Moto3. Platform baru Yamaha ditargetkan menghadirkan rasio tenaga terhadap bobot yang lebih baik dibandingkan mesin Moto3 yang digunakan saat ini.

Langkah tersebut juga dipandang sebagai upaya menjembatani perbedaan karakter teknis antara Moto3 dan Moto2. Saat ini, Moto2 memakai mesin Triumph 765 cc dengan desain sasis terbuka yang disuplai oleh sejumlah konstruktor seperti Kalex, Boscoscuro, dan Forward.

Motor Moto3 berbasis mesin Yamaha belum diperkenalkan secara resmi. MotoGP dan Yamaha menjadwalkan pengenalan perdana motor tersebut pada 2027, sebelum digunakan dalam kompetisi mulai musim berikutnya.

Dalam proses menuju debut resminya, proyek ini akan melalui sejumlah tahapan penting, termasuk pembaruan pengembangan teknis, pengujian prototipe pada akhir tahun ini, serta peluncuran resmi pada 2027.

CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menyebut kerja sama dengan Yamaha bukan sekadar keputusan soal pemasok motor. Menurutnya, proyek ini dirancang sebagai platform global untuk mendukung pengembangan pembalap muda, meningkatkan aksesibilitas, dan memperkuat masa depan balap motor.

Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, juga menegaskan bahwa Yamaha tidak hanya ingin membangun sepeda motor balap. Ia menyebut proyek tersebut sebagai upaya menciptakan sistem yang mendukung pembalap, tim, dan kejuaraan Moto3 melalui kombinasi aksesibilitas, efisiensi teknis, serta performa balap.

Pavesio menambahkan, proyek ini melibatkan kolaborasi global antara Yamaha Motor Co., Yamaha Motor Racing, dan Yamaha Motor Europe. Menurutnya, keterlibatan lintas divisi itu mencerminkan komitmen jangka panjang Yamaha terhadap dunia balap motor dan pembinaan talenta muda.