Produsen teknologi mesin global Weichai memperkenalkan lima inovasi teknologi utama untuk mempercepat transisi kendaraan niaga dan alat berat ke arah yang lebih ramah lingkungan dan pintar. Langkah strategis ini dipresentasikan dalam ajang Shandong Heavy Industry Global Partners Conference & Green Intelligent Products Expo yang berlangsung di Vietnam Exhibition Center (VEC), Hanoi.

Guna menjawab tantangan dekarbonisasi global, raksasa manufaktur ini memfokuskan pengembangannya pada lima lini teknologi inti. Kelimanya meliputi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), kendaraan hibrida (HEV), sel bahan bakar membran pertukaran proton (PEMFC), mesin pembakaran internal berbahan bakar alternatif (ICE alternatif), serta sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS).

Dalam sektor BEV, Weichai mengintegrasikan baterai CT100 yang dirancang khusus untuk truk berat guna meningkatkan efisiensi dan keamanan daya. Sementara untuk segmen HEV, perusahaan menawarkan mesin gas alam WP3NNG yang dipadukan dengan penggerak listrik, mampu mengatasi kekhawatiran jarak tempuh dengan jangkauan operasional melampaui 1.000 kilometer.

Teknologi sel bahan bakar (PEMFC) dihadirkan lewat sistem WEF300 yang menyasar truk logistik pelabuhan seberat 49 ton. Di sisi lain, adaptasi energi bersih juga diwujudkan melalui mesin pembakaran internal berbahan bakar alternatif, seperti mesin hidrogen WP15DI dengan efisiensi termal mencapai 46,8 persen dan mesin metanol WP17T yang tangguh untuk operasional tambang skala besar.

Untuk menunjang keselamatan dan efisiensi berkendara, Weichai menyematkan teknologi ADAS berbasis konektivitas kendaraan-jalan-awan (vehicle-road-cloud). Sistem ini memungkinkan truk tambang bergerak secara otonom menghindari rintangan dengan presisi tinggi. Melalui kolaborasi global, Weichai berkomitmen terus mematangkan kelima pilar teknologi ini demi ekosistem manufaktur yang lebih berkelanjutan.