Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) resmi menggelar ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta pada Senin (26/8). Acara strategis ini mengusung tema akselerasi ekosistem bioenergi guna mewujudkan ketahanan energi nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi hijau.

Forum nasional yang berlangsung selama dua hari ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran kementerian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha, hingga asosiasi energi terkait. Diskusi intensif dalam summit ini difokuskan pada pengembangan bahan bakar B50, green diesel, peta jalan bioetanol, pemanfaatan biomassa, serta proyek konversi sampah menjadi energi (waste to energy).

Ketua Umum Aspebindo, Anggawira, menegaskan bahwa asosiasi yang dipimpinnya kini tengah melakukan transformasi besar untuk menggarap sektor energi terbarukan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat program transisi energi di tanah air, mengingat Indonesia dikaruniai potensi sumber daya hayati yang sangat melimpah untuk pengembangan bioenergi.

Selain diisi dengan diskusi panel dan sesi business matching pada hari pertama, rangkaian acara ini juga mencakup kunjungan lapangan ke fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) Plant di Rorotan, Jakarta Utara, pada hari kedua. Kegiatan peninjauan langsung ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi alternatif.

Melalui inisiatif ini, Aspebindo berharap dapat memicu lebih banyak pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi inti mereka di bidang energi bersih. Keterlibatan aktif sektor swasta diyakini akan menjadi pilar penting dalam memperkuat kedaulatan energi nasional yang berkelanjutan di masa depan.