Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak wirausahawan muda berdaya saing global. Melalui Inkubator Bisnis dan Talenta Inovasi (IBTI) serta Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI), UMS memperluas ekosistem kewirausahaan hingga ke Kuching, Sarawak, Malaysia, dalam misi kolaborasi lintas batas.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif delegasi UMS dalam Temu Nasional Pendamping (TNP) IV, International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026, serta serangkaian pertemuan bisnis di Malaysia. Agenda ini dirancang untuk menghubungkan inovasi kampus dengan ekosistem bisnis riil di tingkat nasional maupun internasional.

Manajer IBTI UMS, Siti Azizah Susilawati, Ph.D., mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam forum nasional Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) ini menjadi tonggak penting bagi universitas. Momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan studi banding sekaligus membangun kemitraan yang dapat membuka jalan bagi produk-produk binaan mahasiswa UMS menuju pasar yang lebih luas.

Selama di Pontianak, delegasi mengikuti berbagai lokakarya dan pameran UMKM yang berfokus pada digitalisasi serta penguatan peran wirausaha muda. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Sarawak untuk menjajaki peluang pasar lintas negara melalui diskusi meja bundar dan pencocokan bisnis (business matching) dengan para pelaku usaha setempat.

Kunjungan ini mendapat respons positif dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, serta para diaspora pengusaha Indonesia di Malaysia. Dukungan juga datang dari Timbalan Menteri Pelancongan, Industri Kreatif dan Seni Persembahan Sarawak, Datuk Snowdan Lawan, yang menyambut baik kolaborasi ekonomi kreatif antarkedua wilayah.

Melalui inisiatif ini, IBTI UMS menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan internal kampus, melainkan sebagai jembatan penghubung yang mengantarkan pelaku usaha binaan naik kelas hingga mampu menembus jejaring pasar global.