Tuntutan efisiensi dan kecekatan dalam sektor pelayanan publik mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk bergerak cepat. Lembaga ini menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan literasi digital bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut agar siap menghadapi dinamika era transformasi digital.

Kepala BKPSDM Jeneponto, Ahmad Saparuddin, menegaskan bahwa tugas aparatur sipil saat ini tidak lagi terbatas pada urusan administratif konvensional. Di tengah arus modernisasi yang kian melaju, ASN dituntut mampu beradaptasi serta memanfaatkan sarana digital secara maksimal untuk menyokong performa kerja sehari-hari.

Sebagai langkah nyata, BKPSDM Jeneponto menjalin kolaborasi dengan Universitas Handayani Makassar dalam menyelenggarakan seminar daring bertajuk "Peningkatan Kapabilitas IT ASN di Era Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045" pada Rabu (9/9/2026). Forum edukatif ini dirancang untuk mendalami berbagai aspek krusial, mulai dari literasi digital, digitalisasi sistem kerja, strategi kehumasan, hingga penguatan atas Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Melalui sinergi bersama perguruan tinggi tersebut, Ahmad berharap kapasitas intelektual dan teknis para ASN dapat terasah secara berkala. Penguatan kompetensi ini dipandang sebagai fondasi penting untuk membentuk tata kelola pemerintahan daerah yang efisien, akuntabel, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa pembenahan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak birokrasi yang adaptif dan profesional. Dengan penguasaan teknologi informasi yang mumpuni, ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, presisi, dan prima sekaligus menyokong visi besar Indonesia Emas 2045.