Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) setempat menggelar Kejuaraan Balogo dalam rangkaian Festival Olahraga Masyarakat dan Permainan Tradisional (Fopetra) 2026. Bertempat di Taman Giat Kota Tanjung, ajang pelestarian olahraga tradisional ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (8-9 Agustus 2026).

Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, yang membuka langsung kegiatan tersebut menyatakan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk memasyarakatkan olahraga tradisional tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, melainkan akan berlanjut hingga ke tingkat desa sepanjang bulan Agustus.

Menurut Noor Rifani, festival permainan tradisional seperti balogo ini memegang peranan penting dalam strategi pengembangan sport tourism di Bumi Saraba Kawa. Langkah ini diharapkan mampu mempromosikan potensi daerah secara lebih luas, sembari menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area acara.

Ketua Kormi Tabalong, H Muhammad Dzaki Makarim, mengungkapkan antusiasme tinggi dari masyarakat terlihat dari total pendaftar yang mencapai 564 peserta dari berbagai wilayah di Kalimantan. Peserta terbagi ke dalam kategori pelajar yang terdiri dari 30 tim SD dan 22 tim SLTP (total 222 orang), serta kategori umum yang mencakup 84 tim putra dan 30 tim putri (total 342 orang).

Lebih lanjut, Dzaki menekankan bahwa kompetisi ini tidak sekadar mengejar kemenangan. Kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi interaktif bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai kearifan lokal di tengah gempuran modernisasi, sekaligus menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi kreatif warga sekitar.