Penyelenggaraan Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya resmi ditutup dengan capaian impresif. Festival yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur ini berhasil membukukan komitmen bisnis bernilai fantastis, yakni mencapai Rp87 miliar selama tiga hari pelaksanaan, dari Jumat hingga Minggu (17-19/7/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, merinci bahwa total komitmen tersebut terdiri atas 31 kesepakatan pembiayaan senilai Rp20 miliar dan 54 surat pernyataan kehendak (letter of intent) perdagangan senilai Rp67 miliar. Tidak hanya komitmen investasi jangka panjang, ajang ini juga memicu perputaran uang riil melalui penjualan langsung produk UMKM yang menyentuh angka Rp1 miliar, dengan sebagian besar produk ludes terjual.

Menurut Ibrahim, JCFF 2026 bukan sekadar pameran musiman, melainkan wadah integrasi yang mempertemukan para pelaku usaha dengan ekosistem keuangan, akademisi, dan pemerintah. Sejak dirintis pada 2022 dengan nama Java Culture, festival ini terus bertransformasi. Berawal dari promosi kopi lokal Jawa, kini cakupannya meluas hingga komoditas teh, cokelat, produk lebah, serta rempah-rempah unggulan.

Mengusung tema "From Local to Global", festival tahun ini berfokus pada peningkatan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar internasional. Upaya ini direalisasikan dengan mendekatkan pelaku UMKM kepada lembaga pembiayaan perbankan demi mengakselerasi skala usaha mereka agar siap naik kelas.

Keberhasilan agenda tahunan ini diakui Ibrahim merupakan buah dari sinergi lintas sektor yang solid. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kota, perbankan, berbagai komunitas, hingga masyarakat luas yang antusias mendukung kebangkitan ekonomi kreatif di Jawa Timur.