Pemerintah Indonesia melalui Kementerian UMKM menyambut baik inisiatif Diplomat Success Challenge (DSC) yang memasuki gelaran ke-17 tahun ini. Program yang diinisiasi oleh PT Wismilak Inti Makmur tersebut berkomitmen mengucurkan dana hibah senilai Rp2,5 miliar guna menstimulasi pertumbuhan wirausahawan muda yang mampu menggerakkan roda ekonomi nasional.

Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla, menyatakan bahwa pada tahun ke-17 ini, DSC bertransformasi menjadi 'Founders’ Arena'. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dengan tetap mengedepankan filosofi 3P, yakni Paham, Piawai, dan Persona. Pendaftaran untuk program ini telah resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 9 Oktober 2026.

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mencetak wirausahawan baru. Menurutnya, inisiatif ini merupakan mitra strategis untuk memperkuat basis pencipta lapangan kerja, mengingat tantangan ketenagakerjaan di Indonesia yang terus meningkat seiring bertambahnya usia produktif setiap tahunnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyoroti urgensi pemberdayaan UMKM. Dengan kontribusi UMKM yang mencapai 60% terhadap PDB nasional dan penyerapan tenaga kerja hingga 97%, Shinta menegaskan bahwa setiap wirausaha baru yang lahir adalah investasi nyata bagi masa depan bangsa. Saat ini, fokus utama adalah membantu pelaku usaha agar lebih terhubung dengan pasar domestik maupun global.

Program Initiator DSC, Edric Chandra, menambahkan bahwa kriteria penerima hibah tidak hanya berfokus pada proposal bisnis, tetapi lebih kepada kualitas sosok pendiri (founder) itu sendiri. Di era kemudahan teknologi dan kecerdasan buatan, keberanian dan keteguhan hati seorang pendiri untuk terus berkembang dinilai menjadi faktor penentu utama keberhasilan sebuah bisnis di masa depan.