Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui gelaran tahunan Surabaya Great Expo (SGE). Selama periode 2022 hingga 2025, ajang pameran bergengsi ini berhasil membukukan nilai transaksi fantastis mencapai Rp30,3 miliar, sekaligus menjadi katalisator bagi ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk naik kelas.

Tidak sekadar menjadi ruang pamer produk, SGE hadir sebagai solusi konkret bagi penguatan fondasi bisnis pelaku usaha lokal. Tercatat sebanyak 370 UMKM binaan Pemkot Surabaya mendapatkan fasilitas pengembangan pasar, termasuk bantuan pengurusan 450 dokumen legalitas penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pendaftaran hak merek secara gratis.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa tingginya nilai transaksi dalam setiap pelaksanaan SGE—yang rata-rata berkisar antara Rp7 miliar hingga Rp9 miliar per gelaran—menunjukkan besarnya antusiasme pasar terhadap produk lokal. Menurutnya, fasilitasi dari pemerintah daerah sangat krusial dalam menjaga momentum perputaran roda ekonomi di tingkat akar rumput.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Pemkot Surabaya berencana meningkatkan frekuensi pameran sejenis menjadi tiga bulan sekali. Langkah ini akan memanfaatkan infrastruktur Surabaya Urban Creative Hub (Sub Expocenter) di kawasan eks Hi-Tech Mall, sehingga para pelaku usaha memiliki wadah promosi yang lebih berkelanjutan dan terjadwal.

Sisi menarik dari gelaran SGE kali ini adalah adanya ruang inklusi bagi anak-anak disabilitas dari Rumah Anak Prestasi (RAP). Mereka berkolaborasi dengan desainer lokal untuk menghasilkan karya batik kreatif yang dipamerkan sepanjang acara, membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif di Surabaya berjalan secara inklusif.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa SGE 2026 yang berlangsung pada 5-9 Agustus di Grand City Surabaya ini diikuti oleh 106 peserta dengan 142 stan. Pada gelaran tahun ini, Pemkot membidik target transaksi sebesar Rp7 miliar dengan kunjungan mencapai puluhan ribu warga, yang juga disuguhi berbagai layanan publik mulai dari administrasi perizinan hingga pengurusan paspor.