Kesadaran perempuan terhadap urgensi pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai masih memerlukan peningkatan yang signifikan. Padahal, skrining kesehatan merupakan langkah krusial untuk mendeteksi potensi risiko penyakit sejak dini, sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara lebih optimal sebelum kondisi kesehatan memburuk.

Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Awam bertajuk "She Thrives: A Road to Better Health" yang digelar oleh Prodia di Puri Kencono Ballroom, Lorin Solo Hotel, Karanganyar, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi perempuan untuk memahami bahwa pendekatan preventif jauh lebih efektif daripada mengobati.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan onkologi, Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG., Subsp.Onk., dalam paparannya menekankan bahwa banyak penyakit, terutama yang berkaitan dengan sistem reproduksi, cenderung tidak menunjukkan gejala pada fase awal. Ia menjelaskan bahwa risiko kanker dapat dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetik dan hormonal, maupun faktor eksternal seperti paparan kimia, infeksi virus, dan pola hidup. Meski memiliki kerentanan genetik, bukan berarti kanker tidak dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan pemantauan medis yang tepat.

Sejalan dengan itu, Regional Product Executive Prodia, Annia Zhafarina Dailati, S.Si., M.Biomed., menyoroti peran penting pemeriksaan laboratorium dalam memberikan gambaran kondisi tubuh secara objektif. Sebagai inovasi layanan, Prodia kini memperkenalkan pemeriksaan HPV DNA berbasis sampel urine, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi perempuan yang merasa enggan menjalani metode swab serviks konvensional.

Teknologi real-time PCR yang digunakan dalam metode baru ini diklaim memiliki tingkat sensitivitas tinggi untuk mendeteksi virus HPV risiko tinggi. Prodia berharap, melalui kemudahan akses dan edukasi berkelanjutan ini, pemeriksaan kesehatan dapat bertransformasi dari sekadar tindakan darurat saat sakit menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat sehari-hari.