Pabrik Iradiasi Toan Phat (TPI) baru saja mencatatkan sejarah sebagai fasilitas pertama di Vietnam yang memperoleh izin dari otoritas pertanian Amerika Serikat (APHIS) untuk menjalankan dua teknologi iradiasi sekaligus. Langkah strategis ini memperbolehkan TPI menggunakan teknologi sinar-X sebagai pelengkap dari sistem iradiasi gamma berbasis Kobalt-60 yang telah beroperasi sebelumnya.

Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi infrastruktur pascapanen Vietnam di tengah lonjakan permintaan ekspor buah dan sayuran ke pasar Amerika. Dengan integrasi dua teknologi ini, perusahaan kini memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam memproses buah segar sesuai dengan standar ketat karantina tanaman yang ditetapkan oleh pemerintah AS.

Pihak manajemen TPI mengungkapkan bahwa penambahan sistem sinar-X diproyeksikan mampu melipatgandakan kapasitas pengolahan tahunan, yang pada tahun 2025 tercatat telah mencapai hampir 5.670 ton buah segar. Peningkatan kapasitas ini dinilai krusial untuk mengatasi hambatan logistik selama musim panen puncak, di mana volume produk sering kali membanjiri fasilitas pengemasan dan penyimpanan.

Meskipun teknologi ini memberikan kemudahan operasional, perusahaan menegaskan bahwa setiap produk tetap wajib mematuhi protokol teknis yang ketat, termasuk dosis iradiasi dan prosedur pengendalian yang telah disepakati oleh kedua negara. Kepatuhan pada dokumen Rencana Operasi Iradiasi menjadi syarat mutlak bagi eksportir untuk menjaga kualitas barang hingga sampai ke tangan konsumen di Amerika Serikat.

Para ahli industri mencatat bahwa ekspansi kapasitas ini sangat mendesak. Mengingat ekspor buah dan sayur Vietnam ke AS pada 2025 diproyeksikan menembus angka 547 juta dolar AS, kebutuhan akan infrastruktur karantina yang memadai menjadi kunci utama. Saat ini, pangsa pasar produk Vietnam di AS masih tergolong kecil, sehingga kehadiran fasilitas berteknologi ganda ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus menekan biaya logistik bagi para pelaku ekspor.