Jakarta menjadi saksi perhelatan besar bagi inovasi digital regional melalui ajang Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026. Forum ini mempertemukan puluhan perusahaan rintisan dari Indonesia dengan deretan investor serta korporasi papan atas asal Jepang, guna menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengambil peran sentral dalam inisiatif ini sebagai katalisator akses pasar internasional. Salah satu capaian strategis dari kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) tersebut adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Komunikasi dan Digital, Danamon, serta entitas strategis di bawah MUFG, seperti Krungsri dan MUFG Innovation Partners (MUIP). Kerja sama ini dirancang untuk memperkuat fondasi kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN dan Jepang.

Dukungan nyata bagi para inovator tanah air juga diwujudkan melalui MUIP Garuda Fund. Dana investasi senilai USD100 juta ini secara khusus disiapkan untuk menyuntik permodalan pada perusahaan rintisan di sektor teknologi dan finansial. Langkah ini diyakini mampu membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi pelaku startup lokal untuk melakukan ekspansi bisnis di panggung internasional.

Chief Strategy Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Reza Iskandar Sardjono, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya merupakan bentuk komitmen untuk membuka gerbang konektivitas global. Dengan memanfaatkan jaringan luas MUFG, Danamon berupaya memfasilitasi startup lokal agar tidak hanya mendapatkan pendanaan, tetapi juga membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan.

Forum ini tercatat sukses memfasilitasi lebih dari 500 sesi pertemuan bisnis yang melibatkan 90 startup dari enam negara dengan sekitar 140 investor global. Melalui serangkaian kegiatan mulai dari sesi pitching hingga pameran teknologi, para pelaku industri diharapkan mampu mengakselerasi pengembangan solusi digital mereka demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.