PATI — Pemerintah Kabupaten Pati resmi menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Pati Innovation Award 2023 di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (21/8/2023). Ajang ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem riset serta memacu transformasi ekonomi berbasis inovasi di tingkat lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati, Jumani, menegaskan pentingnya peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan karya kreatif. Menurutnya, penguatan ekosistem riset merupakan bagian dari pergeseran paradigma nasional dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis inovasi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Jumani mengapresiasi tinggi terobosan teknologis yang dihasilkan masyarakat Pati. Ia berharap tren positif ini berlanjut dan mampu mendorong lahirnya iklim wirausaha baru, seperti perusahaan rintisan (startup) dan inkubator bisnis, terutama yang dimotori oleh generasi muda untuk menjawab berbagai persoalan lintas sektor.
Dalam kompetisi tahun ini, karya bertajuk AuRa (Automatic Robot Assistant)—sebuah robot distribusi otomatis berbasis IoT untuk layanan pasien rawat inap yang dirancang oleh Marina Diva Irsaniya, Amanda Aninditya Trihapsari, dan Lintang Artthalita Miftania Altaf—berhasil menyabet Juara I. Posisi Juara II diraih oleh Wahyu Arga Pratama, Moh Zaenal Arifin, dan Siti Hanifah melalui inovasi edukasi robotik MoCa Chino, disusul platform pelatihan guru LMS BAP ACADEMY karya Wiji, Anggi Faisal, dan Muhammad Zamzam Rizka Susila A sebagai Juara III.
Tak kalah inovatif, kelompok Juara Harapan menampilkan gagasan solutif seperti pengisi daya ramah lingkungan Mobile Energy Pouch (Harapan I), platform pendampingan mualaf digital RULAF (Harapan II), serta PROMIX, yakni tepung tapioka modifikasi non-gluten pengganti terigu (Harapan III).
Sebagai penutup rangkaian acara, Pemkab Pati turut menyerahkan sertifikat Kekayaan Intelektual (KI) Komunal dari Pj Bupati Pati. Sertifikat untuk Tradisi Meron diserahkan kepada Pemerintah Desa Sukolilo, sementara perlindungan hak cipta motif Batik Bakaran Gandrum diserahkan kepada perwakilan Paguyuban Pengrajin Batik Bakaran.