Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kian memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Inisiatif strategis ini menargetkan cakupan pemeriksaan hingga 46 persen dari total penduduk, atau sekitar 7,3 juta jiwa, yang diharapkan dapat tercapai sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Program yang resmi bergulir sejak Februari 2025 ini telah mencatatkan progres signifikan. Pada tahun pertama implementasinya, Sumatera Utara bahkan sukses menempati peringkat keempat nasional dengan capaian skrining sebesar 22,56 persen. Tren positif ini terus berlanjut, di mana hingga Juni 2026, sebanyak 3,2 juta warga telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memantau kondisi kesehatan mereka.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menegaskan bahwa skrining massal ini krusial untuk memetakan status kesehatan warga. Dengan melakukan deteksi dini, potensi penyakit kronis dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga penanganan medis yang diberikan menjadi lebih efektif dan efisien sebelum kondisi kesehatan memburuk.

Guna mempermudah aksesibilitas, Pemprov Sumut telah menyiagakan 619 Puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, secara khusus telah menginstruksikan pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota untuk mengoptimalkan operasional fasilitas kesehatan agar target cakupan tersebut dapat tercapai sesuai rencana.

Selain memperluas jangkauan CKG, pemerintah daerah juga terus mengintegrasikan layanan kesehatan melalui penguatan program Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat pun diimbau untuk tidak menunda dan segera memanfaatkan fasilitas skrining gratis ini sebagai langkah preventif dalam menjaga kualitas kesehatan jangka panjang.