Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kesehatan setempat mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk secara aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah preventif ini dinilai krusial guna mendeteksi potensi penyakit sejak dini dan meminimalisasi risiko komplikasi kesehatan yang lebih berat di kemudian hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menegaskan bahwa kesadaran akan kesehatan harus dibangun sebelum tubuh terserang penyakit. Layanan pemeriksaan gratis ini kini telah terintegrasi di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tersebar di wilayah Kota Sorong.
Sepanjang tahun 2025, program prioritas ini telah menjangkau 10 puskesmas di 10 distrik se-Kota Sorong. Partisipasi masyarakat tergolong tinggi dengan tercatatnya 7.350 warga yang hadir menjalani pemeriksaan dari total 8.434 pendaftar. Rentang usia peserta pun sangat beragam, mulai dari bayi, pelajar, usia produktif, hingga kalangan lanjut usia.
Skrining kesehatan ini didesain agar jika ditemukan indikasi medis yang memerlukan penanganan spesifik, pasien dapat segera dirujuk ke rumah sakit. Proses pemantauan juga berjalan lebih efektif karena sistem pencatatan CKG telah terintegrasi secara nasional lewat aplikasi Satu Sehat milik Kementerian Kesehatan.
Keberhasilan program ini menempatkan Kota Sorong di posisi teratas dalam realisasi CKG di Provinsi Papua Barat Daya untuk periode Januari hingga Mei 2026. Dengan tingkat partisipasi mencapai 94,3 persen atau sekitar 4.562 warga yang terlayani, Kota Sorong mengungguli capaian wilayah lain seperti Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat.