Tim nasional panjat tebing Indonesia menunjukkan taji mereka di panggung dunia dengan menyabet empat medali dalam ajang World Climbing Series yang berlangsung di Krakow, Polandia, pada 3 hingga 5 Juli 2026. Kompetisi bergengsi ini mempertemukan atlet-atlet elite dunia dalam lima nomor disiplin speed yang menuntut kecepatan dan ketepatan tinggi.
Atlet andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, menjadi motor utama keberhasilan tim dengan menyumbangkan tiga dari total empat medali yang diraih. Puncak pencapaian Desak terjadi pada nomor perseorangan putri, di mana ia sukses merebut medali emas setelah mencatatkan waktu impresif 6,54 detik, mengungguli perwakilan tuan rumah Natalia Kalucka dan atlet Amerika Serikat, Emma Hunt.
Tidak hanya di nomor individu, Desak juga menunjukkan performa luar biasa dalam nomor beregu. Berpasangan dengan Antasyafi Robby Al Hilmi di nomor estafet campuran, mereka berhasil membawa pulang medali perak. Meski harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat yang mencetak rekor dunia di babak final, performa Robby dan Desak patut diacungi jempol karena sempat memecahkan rekor Asia dengan catatan waktu 11,19 detik pada fase semifinal.
Satu medali perunggu tambahan berhasil diamankan oleh Desak yang kali ini berduet dengan Rajiah Sallsabillah pada nomor estafet putri. Keduanya mengalahkan pasangan dari Spanyol dengan selisih waktu tipis, 13,14 detik berbanding 13,52 detik. Capaian ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan baru yang disegani dalam kancah panjat tebing internasional.