Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan terus menggenjot implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya preventif kesehatan masyarakat. Kali ini, inisiatif tersebut menyasar sektor pendidikan tinggi dengan melakukan skrining kesehatan bagi 3.500 mahasiswa baru di Universitas Sumatera Utara (USU).

Kegiatan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026 ini merupakan implementasi dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini, sejalan dengan visi besar untuk memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif di seluruh wilayah Sumut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinkes Kota Medan dan tiga puskesmas setempat. Pihaknya menargetkan untuk menyasar total 35 ribu warga kampus, mencakup dosen hingga tenaga pendukung, saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai nanti.

"Langkah ini kami ambil untuk mengejar target agar 46 persen penduduk Sumatera Utara mendapatkan akses cek kesehatan gratis. Kami ingin para mahasiswa lebih sadar akan kondisi kesehatannya dan proaktif memanfaatkan fasilitas kesehatan jika ditemukan indikasi medis tertentu," ujar Hery.

Dalam rangkaian pemeriksaan ini, para mahasiswa mendapatkan berbagai layanan medis komprehensif. Mulai dari pengukuran antropometri, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga deteksi dini kanker serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Tidak hanya kesehatan fisik, tim medis juga memberikan perhatian pada aspek kesehatan jiwa sebagai bagian dari pelayanan kesehatan holistik.

Hingga saat ini, program serupa telah menyambangi sejumlah perguruan tinggi swasta dan negeri lainnya di Medan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan ini sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang mudah diakses.