Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Maluku Tengah di Negeri Hitulama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah Leihitu dan sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, IDI Maluku Tengah menghadirkan ratusan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan medis secara cuma-cuma.
Hendrik menjelaskan, bakti sosial itu melibatkan 100 dokter, terdiri atas 28 dokter spesialis dan 72 dokter umum. Para tenaga medis tersebut menangani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat, mulai dari pemeriksaan umum hingga tindakan medis tertentu.
Sejumlah layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, khitanan massal bagi anak-anak, pemeriksaan jantung menggunakan elektrokardiogram atau EKG, pelayanan ultrasonografi atau USG, serta tindakan bedah ringan.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Maluku didampingi Raja Hitulama, Asisten I Setda Maluku, serta Ketua IDI Kabupaten Maluku Tengah. Kehadiran pemerintah daerah dan unsur masyarakat adat setempat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi.
Hendrik menyampaikan apresiasi kepada IDI Kabupaten Maluku Tengah yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah yang turut mendukung koordinasi pelaksanaan di lapangan.
Menurut Gubernur, kegiatan semacam ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena membantu warga memperoleh layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya. Ia menilai pendekatan langsung ke desa atau negeri menjadi salah satu cara efektif menjangkau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Hendrik berharap bakti sosial kesehatan tidak berhenti pada kegiatan di Negeri Hitulama saja. Ia mendorong agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Provinsi Maluku, terutama daerah yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.