Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil menjaring lebih dari 250 ribu warga hingga pertengahan Agustus 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi menjadi kasus yang paling mendominasi hasil pemeriksaan massal tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengungkapkan bahwa screening massal ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Ia memastikan bahwa sejauh ini tim medis di lapangan tidak menemukan adanya indikasi penyakit langka pada para peserta pemeriksaan.

Guna memaksimalkan jangkauan program ini, layanan CKG diintegrasikan di 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh penjuru Pekanbaru. Selain memanfaatkan fasilitas kesehatan milik pemerintah, otoritas terkait juga menggandeng klinik swasta, organisasi perangkat daerah (OPD), serta institusi perguruan tinggi untuk memperluas cakupan layanan di lapangan.

Di sisi lain, Dedy menegaskan bahwa layanan CKG tidak mencakup pemeriksaan HIV/AIDS karena mendeteksi virus tersebut membutuhkan prosedur medis khusus yang berbeda dari skrining penyakit umum. Kendati demikian, penanganan HIV/AIDS tetap berjalan secara intensif lewat kolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dengan fokus pada edukasi terpadu mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.