Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang untuk meninjau secara langsung penerapan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V. Langkah ini dilakukan guna mendorong efisiensi energi di sektor industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Kunjungan yang dipimpin oleh Anggota DEN RI Satya Widya Yudha beserta Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sumartono ini disambut hangat oleh Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa bersama jajaran manajemen perusahaan. Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mendiskusikan peluang kolaborasi pengembangan energi bersih di masa depan.
Teknologi WHRPG merupakan sistem konservasi energi yang memanfaatkan kembali panas buang dari proses produksi semen untuk dikonversi menjadi tenaga listrik. Di Pabrik Indarung V, sisa energi panas dari suspension preheater dan clinker cooler yang sebelumnya terbuang kini dioptimalkan menjadi sumber daya listrik operasional.
Penerapan teknologi ramah lingkungan ini merupakan hasil kemitraan strategis antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang yang telah dirintis sejak tahun 2011.
Dengan kebutuhan daya listrik Pabrik Indarung V yang mencapai 34,8 megawatt (MW), WHRPG mampu menyuplai sekitar 5 hingga 6 MW, atau setara dengan 14,4 hingga 17,2 persen dari total kebutuhan. Jika sistem ini beroperasi penuh hingga kapasitas maksimal 8,5 MW, kontribusi pasokan listrik mandiri tersebut dapat melonjak hingga 24,4 persen.
Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menyatakan bahwa inovasi ini secara signifikan menekan ketergantungan pada listrik eksternal sekaligus meningkatkan daya saing dan keberlanjutan operasional perusahaan. Sementara itu, Anggota DEN RI Satya Widya Yudha mengapresiasi langkah nyata PT Semen Padang dan berharap industri nasional terus berinovasi dalam mengoptimalkan sumber daya energi.