Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan membuka posko pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tengah kemeriahan Festival Mustikarasa yang berlangsung di Alun-Alun Selatan Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya jemput bola guna mendeteksi dini berbagai potensi penyakit di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan bahwa program penapisan (screening) ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang menargetkan setiap warga memeriksakan kesehatan minimal sekali setahun. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hasto Wardoyo, Pemkot Yogyakarta bahkan memperketat pengawasan bagi kelompok lanjut usia (lansia) dengan memfasilitasi pemeriksaan berkala hingga empat kali dalam setahun.

Layanan yang disediakan dalam CKG ini mencakup pengukuran antropometri untuk memantau indeks massa tubuh guna mencegah obesitas, serta pemeriksaan tekanan darah. Selain itu, warga juga dapat menjalani tes laboratorium dasar untuk mengukur kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, yang langsung dilanjutkan dengan sesi konsultasi medis.

Mengacu pada petunjuk teknis terbaru, warga yang terdeteksi memiliki indikator kesehatan tidak normal akan langsung diberikan obat gratis untuk konsumsi 15 hari. Prosedur penanganan cepat ini diterapkan seiring meningkatnya tren penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi, yang berisiko memicu komplikasi fatal seperti gagal ginjal dan penyakit jantung.

Melalui kegiatan ini, Dinkes Yogyakarta juga berupaya mengedukasi masyarakat agar tidak menunggu munculnya gejala fisik sebelum melakukan pemeriksaan. Inisiatif jemput bola ini disambut hangat oleh warga setempat, salah satunya Indri, warga Kraton, yang memanfaatkan momentum ini untuk berkonsultasi mengenai kondisi hipertensinya secara cuma-cuma.