Kebijakan kenaikan upah pokok membawa implikasi signifikan bagi dunia usaha. Menurut Dang Ngoc Thu Thao, Direktur Layanan Alih Daya Manpower Vietnam, perusahaan dengan proporsi karyawan berpenghasilan tinggi—terutama yang telah melampaui batas kontribusi jaminan sosial—menjadi kelompok yang paling terdampak oleh penyesuaian biaya ini.
Skenario pertama yang muncul adalah perubahan pada struktur tenaga kerja. Banyak perusahaan mulai beralih ke model kerja fleksibel, seperti penggunaan tenaga alih daya (outsourcing) atau staf berbasis proyek. Selain itu, strategi akuisisi talenta kini mulai bergeser ke lokasi dengan biaya tenaga kerja lebih kompetitif, didukung oleh penerapan sistem kerja jarak jauh guna mengendalikan biaya operasional tetap.
Kedua, kenaikan biaya personel mendorong akselerasi investasi teknologi. Perusahaan kini memprioritaskan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi proses untuk mempertahankan efisiensi operasional. Survei Manpower mencatat bahwa mayoritas pelaku bisnis telah mengadopsi alat berbasis AI sebagai instrumen kunci untuk meningkatkan produktivitas serta menekan beban kerja manual yang kurang efektif.
Ketiga, perusahaan cenderung melakukan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh. Laporan tren perekrutan menunjukkan adanya penurunan rencana penambahan staf, di mana bisnis lebih memilih untuk mengoptimalkan jumlah karyawan yang ada daripada melakukan ekspansi masif. Langkah ini bertujuan untuk merampingkan posisi operasional dan memastikan sumber daya manusia yang dimiliki benar-benar memberikan dampak maksimal bagi perusahaan.
Secara makro, perubahan ini menandai sinyal positif akan pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Ke depan, pasar tenaga kerja diprediksi akan menjadi lebih dinamis, di mana baik perusahaan maupun pekerja memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan pola kerja serta kolaborasi yang sesuai dengan tuntutan zaman.