Aplikasi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT besutan OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru yang mempermudah pengguna membuat stiker WhatsApp secara instan. Indikasi ini ditemukan oleh analis aplikasi dalam kode pemrograman ChatGPT versi Android terbaru, yang menunjukkan adanya integrasi pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan untuk stiker pesan instan.
Menurut laporan dari Digital Trends, temuan ini didapatkan melalui metode APK teardown, sebuah proses pembedahan file instalasi aplikasi untuk melihat fitur-fitur yang masih dalam tahap uji coba atau pengembangan internal. Kendati kode tersebut sudah tertanam dalam sistem, kehadiran fitur ini belum dapat dipastikan akan dirilis secara resmi dalam waktu dekat.
Jika nantinya diluncurkan, inovasi ini diproyeksikan akan merevolusi cara pengguna memproduksi stiker personal. Selama ini, pembuatan stiker WhatsApp membutuhkan proses manual yang cukup panjang, mulai dari memotong gambar, menghapus latar belakang secara presisi, menyesuaikan ukuran, hingga mengunggahnya ke aplikasi pihak ketiga. Kehadiran asisten AI ini akan memangkas proses rumit tersebut menjadi satu langkah praktis.
Secara teknis, pengguna cukup menuliskan deskripsi stiker yang diinginkan melalui perintah teks (prompt). Sebagai contoh, pengguna dapat meminta sistem untuk membuat gambar karakter kartun yang sedang tertawa, ekspresi hewan lucu, atau reaksi visual tertentu. Sistem AI generatif ChatGPT kemudian akan memproses perintah tersebut dan menghasilkan stiker siap pakai.
Langkah ini selaras dengan fokus OpenAI yang terus mengembangkan kemampuan multimodal pada ChatGPT, yang kini tidak hanya mengolah teks tetapi juga penciptaan visual. Namun, integrasi ini menyisakan tantangan teknis, seperti format transparansi latar belakang yang harus sesuai dengan standar WhatsApp agar stiker terlihat rapi di ruang obrolan.
Hingga kini, pihak OpenAI belum memberikan keterangan resmi mengenai tanggal peluncuran maupun ketersediaan fitur ini bagi pengguna gratis atau berlangganan. Sebagai informasi tambahan, rumor integrasi ini muncul setelah OpenAI sempat menghentikan layanan ChatGPT di WhatsApp pada awal 2026, sebelum akhirnya kembali menghadirkannya khusus untuk wilayah Ekonomi Eropa (EEA) pada Juli lalu.