Pemerintah Kabupaten Lamongan sukses merampungkan tahapan inkubasi luring (offline session) bagi para pelaku usaha kreatif dalam program Megpreneur (Megilan Preneur). Penutupan acara secara resmi dilakukan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Halaman Gedung Pemkab Lamongan setelah melalui rangkaian pelatihan intensif selama tiga hari.
Program ini menjaring antusiasme tinggi dengan total pendaftar mencapai 319 peserta yang membawa 184 ide bisnis. Dari seleksi ketat tersebut, terpilih 200 pelaku usaha yang berhak mengikuti sesi pembinaan langsung guna mematangkan inovasi mereka, mulai dari sektor kuliner (F&B), jasa, teknologi, hingga sektor baru yang potensial, yakni agripreneur (pertanian, peternakan, perikanan, dan agroindustri).
Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan pentingnya menangkap peluang bonus demografi yang puncaknya diprediksi terjadi mulai tahun 2030. Ia menekankan bahwa kreativitas dan inovasi produk berbasis teknologi menjadi kunci utama bagi generasi muda agar mampu bersaing di pasar global masa depan.
Menanggapi hal itu, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan apresiasinya terhadap kelancaran program ini. Sebagai bentuk penghargaan dan dorongan profesionalisme, ia menyerahkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 10 inovasi bisnis terbaik serta mengumumkan rencana kunjungan studi para pemenang ke sejumlah perusahaan besar di Jakarta.
Selama sesi inkubasi, para peserta tidak hanya mendapatkan materi kelas, melainkan juga pendampingan intensif dari mentor ahli, akses pasar yang lebih luas, kolaborasi strategis dengan platform digital seperti TikTok, serta total bantuan pembiayaan investasi senilai Rp120 juta.
Kemeriahan acara penutupan juga diwarnai dengan beragam kegiatan menarik, seperti bazar produk UMKM peserta Megpreneur, klinik perizinan usaha, kompetisi kreator konten, hingga hiburan komedi tunggal (Stand Up Comedy), yang semuanya bertujuan untuk mendekatkan produk lokal ke masyarakat luas.