Pengembangan olahraga tarung (kombat) di Indonesia kini memasuki babak baru dengan komitmen untuk memperluas jangkauan hingga ke pelosok daerah. Langkah ini diambil guna membangun ekosistem olahraga bela diri yang berkesinambungan sekaligus membuka jalan bagi para petarung lokal untuk meniti karier di tingkat profesional.
Presiden BYON Combat, Yoshua Marcellos, menegaskan bahwa potensi atlet bela diri sebenarnya tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Namun, minimnya frekuensi kompetisi rutin kerap menjadi penghalang utama bagi mereka untuk berkembang. Selama ini, para atlet daerah banyak bergantung pada ajang multi-cabang seperti PON, SEA Games, atau Asian Games yang diselenggarakan beberapa tahun sekali dengan kuota peserta yang sangat terbatas.
Untuk mengatasi kendala keterbatasan jam terbang tersebut, BYON Combat berencana meningkatkan intensitas turnamen. Sepanjang tahun 2026, promotor olahraga ini telah menyiapkan enam gelaran pertandingan, termasuk kompetisi berskala internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang konsisten bagi para petarung untuk mengasah kemampuan dan menjaga performa bertanding mereka.
Di samping mengejar prestasi di atas ring, misi ini juga mengusung nilai sosial untuk melahirkan sosok inspiratif atau "pahlawan lokal" dari daerah-daerah yang minim fasilitas. Yoshua mencontohkan Iksan Lani, petarung asal Papua Pegunungan yang gigih berjuang menembus keterbatasan infrastruktur seperti akses listrik dan pendidikan di tanah kelahirannya. Kehadiran figur atlet berprestasi diharapkan mampu membawa kebanggaan serta dampak positif bagi daerah asal mereka.
Komitmen penjaringan bakat ini diimplementasikan secara nyata melalui ajang BYON Combat Showbiz 8 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Ajang bergengsi ini menyajikan total 13 pertarungan yang mempertemukan 26 petarung dalam disiplin tinju dan kickstriking.
Sejumlah gelar prestisius turut diperebutkan dalam ajang ini, termasuk ICB National Belt dan BYON Kickstriking Asia Title. Salah satu partai utama yang paling diantisipasi adalah pertarungan kelas welterweight 67 kilogram yang mempertemukan mantan petarung UFC asal Indonesia, Jeka Saragih, dengan atlet asal Malaysia, Ammarul Shafiq.