Industri film tanah air akan segera diramaikan oleh kehadiran karya terbaru sutradara Jeropoint berjudul Cek Khodam. Film bergenre horor komedi ini menawarkan perspektif segar yang sangat relevan dengan realitas kehidupan masyarakat modern saat ini.

Berbeda dengan pakem film horor konvensional yang mengandalkan sosok hantu sebagai sumber ketakutan utama, Cek Khodam justru membalik premis tersebut. Film ini menyoroti fenomena di mana manusia masa kini cenderung merasa lebih tertekan oleh beban finansial seperti cicilan, dompet kosong, hingga ancaman 'tanggal tua', dibandingkan dengan gangguan makhluk halus. Bahkan, dalam narasinya, dunia gaib digambarkan merasa panik karena eksistensinya tidak lagi dianggap sebagai hal yang paling menakutkan oleh manusia.

Bagi Jeropoint, proyek ini merupakan debutnya dalam mengarahkan film komedi. Ia menjelaskan bahwa inspirasi cerita ini lahir dari perubahan perilaku masyarakat di era konten kreator. Jika dahulu sosok gaib dihindari, kini banyak orang justru menjadikan fenomena mistis sebagai objek konten untuk media sosial. Adaptasi budaya inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun komedi yang terasa dekat dan menghibur bagi penonton.

Film ini juga menjadi tonggak sejarah bagi sejumlah talenta baru. Jirayut mencatatkan debutnya sebagai pemeran utama dalam layar lebar, didampingi oleh Saputra Kori yang pertama kalinya menjajal genre horor komedi. Kehadiran para komedian papan atas seperti Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar semakin memperkuat dinamika cerita dengan sentuhan komedi yang spontan dan cair.

Dijadwalkan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026, Cek Khodam diharapkan dapat menjadi tontonan alternatif yang menggabungkan elemen mistis dengan komedi keseharian secara proporsional. Film ini menjadi representasi jujur atas kegelisahan kolektif yang dikemas melalui medium hiburan yang ringan namun tetap sarat makna.