BLORA – Guna menekan risiko penyakit tidak menular (PTM) sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 menggelar program edukasi kesehatan bagi warga Desa Kadengan. Kegiatan bertajuk "GESIT" (Gerakan Sehat Tanpa GGL Tinggi) ini berlangsung di Posyandu Sejahtera 6, Dukuh Kedungtalang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada Sabtu (11/7/2026).
Program ini menyasar ibu-ibu yang memiliki anak balita. Langkah ini dinilai strategis karena peran ibu sangat krusial dalam menyusun menu makanan harian keluarga sekaligus menanamkan kebiasaan makan sehat bagi anak-anak sejak usia dini. Melalui inisiatif ini, diharapkan pemahaman warga mengenai batasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) dapat meningkat.
Edukasi disampaikan langsung oleh Ulya Wildania Fardani, mahasiswa Program Studi Gizi UNNES. Ulya memaparkan materi secara interaktif dengan bantuan media presentasi visual dan poster edukatif. Sebelum materi disampaikan, para peserta menjalani pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka, dilanjutkan dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman akhir mereka setelah sesi penyuluhan.
Dalam penjelasannya, Ulya menekankan bahwa kontrol asupan GGL di tingkat rumah tangga adalah kunci pencegahan penyakit kronis di masa depan. Ia mengimbau para ibu untuk lebih teliti saat membeli produk makanan kemasan dengan cara rutin membaca informasi nilai gizi. Kebiasaan kecil ini dinilai efektif untuk menghindari konsumsi zat yang berlebihan bagi anggota keluarga.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNNES, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menambahkan bahwa upaya preventif seperti ini sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat. Program GESIT ini juga menjadi kontribusi nyata civitas akademika dalam mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan poster panduan gizi GESIT kepada kader Posyandu Sejahtera 6 sebagai bahan edukasi berkelanjutan. Data evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah kegiatan, yang tecermin dari antusiasme tanya jawab sepanjang acara berlangsung.