JAYAPURA – Sejak pagi hari, halaman rumah warga yang difungsikan sebagai Posyandu Santarosa di RT 03/RW 08, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, telah ramai dikunjungi masyarakat. Mulai dari lansia yang berjalan menggunakan tongkat, ibu rumah tangga, hingga pemuda setempat mengantre dengan tertib untuk memeriksakan kondisi fisik mereka. Kehadiran mereka menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit.
Langkah preventif ini diinisiasi oleh Puskesmas Ely Uyo di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Jayapura melalui program bertajuk "Cek Kesehatan Gratis: Cegah Dini, Tuntas Obati". Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pembagian obat gratis, melainkan sebuah gerakan edukasi untuk mengubah paradigma masyarakat yang biasanya baru mencari pertolongan medis saat kondisi tubuh sudah telanjur kritis.
Dorce Maskai (52), salah satu warga yang ikut mengantre, mengaku bersyukur dengan adanya program ini. Perempuan yang sehari-hari bekerja di ladang tersebut baru menyadari bahwa kadar gula darahnya berada di atas ambang normal setelah menjalani pemeriksaan. Dorce menyatakan bahwa selama ini hambatan biaya kerap membuatnya enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Kepala Puskesmas Ely Uyo, Wellem Eppang, SKM, menjelaskan bahwa banyak penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung dikategorikan sebagai ancaman senyap atau silent killer. Penyakit-penyakit ini kerap kali tidak menunjukkan gejala awal yang signifikan, sehingga pemeriksaan rutin menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih fatal dan berbiaya mahal di kemudian hari.
Aksesibilitas dan kendala biaya transportasi juga menjadi tantangan nyata bagi warga pinggiran, seperti yang dialami Aras Wonda (67). Pria paruh baya yang berasal dari wilayah Sungai Mamberamo dan kini menetap di Jayapura ini mengapresiasi kemudahan layanan gratis tersebut. Setelah diketahui mengidap tekanan darah tinggi dan kolesterol, Aras langsung mendapatkan penanganan medis serta edukasi mengenai pola makan sehat secara cuma-cuma.
Layanan yang disediakan dalam kegiatan ini tergolong komprehensif. Warga tidak hanya menjalani pemeriksaan fisik standar seperti tekanan darah dan indeks massa tubuh, tetapi juga pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga kesehatan gigi. Setiap pasien dibekali buku pemantauan kesehatan pribadi guna mencatat riwayat medis mereka sebagai acuan pengobatan berkelanjutan di puskesmas terdekat.
Program layanan kesehatan keliling ini dijadwalkan akan terus menyasar berbagai posyandu di wilayah Kota Jayapura sepanjang bulan Agustus hingga September 2026. Pemerintah daerah berharap inisiatif ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berada di kawasan pelosok, demi mewujudkan kualitas hidup warga Papua yang lebih sehat dan tangguh.