Mengingat dominasi pemilih muda pada Pemilu 2024, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) FISIP Universitas Nasional (Unas) menggelar Seminar Nasional Komunikasi Politik. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman politik yang komprehensif serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pesta demokrasi mendatang.

Mengusung tema "Meningkatkan Rasa Kepedulian Mahasiswa Terhadap Isu Politik Dalam Sisi Komunikasi", diskusi publik yang berlangsung di Auditorium Unas ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya adalah akademisi ilmu komunikasi Unas Umar Fauzi Bahanan, praktisi industri kreatif sekaligus politisi muda Kenang Mirdad, serta pembuat konten politik Rian Fahardhi.

Wakil Dekan FISIP Bidang Kemahasiswaan dan Administrasi Umum Unas, Dr. Aos Yuli Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap setiap tahapan pemilu. Beliau menyerukan agar kaum intelektual muda menyalurkan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) dan tidak bersikap apatis atau menjadi golongan putih (golput).

Senada dengan hal itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unas, Drs. Adi Prakoso, menyoroti peran penting mahasiswa dalam mengedukasi publik di media sosial. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengomunikasikan isu politik secara cerdas dan bijak, sekaligus ikut mengawasi peredaran informasi di berbagai ruang komunikasi anak muda guna meminimalisasi penyebaran berita bohong.

Sesi pemaparan materi berlangsung dinamis dengan membahas urgensi pendidikan politik bagi ketahanan bangsa, taktik menangkal hoaks birokrasi di ruang digital, hingga strategi penanaman karakter kepemimpinan mahasiswa dalam menyongsong pembangunan politik di era Society 5.0.