Kolese Kanisius kembali menyelenggarakan Canisius Expo (CaniExpo) 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu dan Minggu (29–30 Agustus 2026). Mengusung tema besar “Innovating for Human Dignity”, perhelatan tahunan ini memadukan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kekayaan budaya nusantara untuk membentuk generasi muda yang adaptif sekaligus humanis.

Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibowo, M.Ed., menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan respons nyata atas disrupsi teknologi digital. Melalui pendekatan pendidikan Jesuit, siswa diajak memanfaatkan inovasi AI secara kritis dan bijaksana dengan tetap menempatkan martabat manusia di atas segalanya, serta mendorong kepekaan sosial terhadap sesama dan lingkungan.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan prosesi adat Dayak potong pantan dan pelepasan burung sebagai simbol kebebasan serta komitmen menjaga alam. Pembukaan ini juga dimeriahkan oleh pementasan kolosal bertajuk “Penjaga Rimba Borneo” yang melibatkan sekitar 500 siswa dan guru dengan nuansa kebudayaan Kalimantan.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa serta kualitas lulusan Kanisius yang dinilai memiliki karakter multikultural kuat. Ia pun mengajak Kolese Kanisius berkolaborasi menyambut perayaan 100 tahun sekolah tersebut sekaligus HUT ke-500 Jakarta pada 2027 mendatang, dengan membuka ruang publik kota seperti Bundaran HI bagi kegiatan kepemudaan.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap kawasan pendidikan ramah anak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi halte bus di depan sekolah serta membangun fasilitas pelican crossing mulai September 2026 demi menjamin keselamatan para penyeberang jalan dan siswa.

CaniExpo 2026 dimeriahkan oleh dua agenda utama, yakni The 26th Canisius Education Fair yang menghadirkan puluhan universitas ternama dari dalam dan luar negeri, serta Canisius Talent Spotting (CTS) XVIII sebagai ajang kompetisi akademik, seni, dan olahraga bagi siswa sekolah dasar. Sebelumnya, rangkaian acara juga diisi dengan Seminar Pendidikan yang menghasilkan "Jakarta Declaration on Jesuit Education in the AI Era".