Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bersiap menyambut kedatangan emiten baru. Hingga akhir Agustus 2026, tercatat sebanyak tujuh perusahaan masuk dalam antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Dari jumlah tersebut, industri kesehatan menjadi sektor yang paling mendominasi rencana aksi korporasi ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengungkapkan bahwa aktivitas pasar modal sepanjang tahun 2026 berjalan cukup dinamis. Sebelum antrean baru ini terbentuk, BEI telah sukses mengantarkan tujuh perusahaan melantai di bursa dengan total penghimpunan dana mencapai Rp2,16 triliun hingga 28 Agustus 2026.
Berdasarkan data klasifikasi industri, sektor kesehatan memimpin dengan mengirimkan empat calon emiten. Sementara itu, tiga slot sisa dalam daftar antrean diisi masing-masing oleh satu perusahaan dari sektor barang konsumen non-primer (consumer non-cyclicals), sektor energi, dan sektor industri.
Dari sisi skala usaha, calon emiten kali ini cukup beragam. BEI mencatat ada dua perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan skala menengah beraset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta tiga korporasi skala besar dengan nilai aset melampaui Rp250 miliar.
Selain pasar saham, aktivitas penggalangan dana di pasar surat utang juga menunjukkan geliat signifikan. BEI mencatat penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) telah mencapai 122 emisi dari 62 penerbit dengan total dana terkumpul sebesar Rp112 triliun, di mana 14 emisi lainnya masih dalam proses antrean. Di sisi lain, skema rights issue telah dimanfaatkan oleh 15 perusahaan dengan realisasi dana Rp15,85 triliun.