Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Kepala Puskesmas di wilayahnya untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Arahan strategis ini disampaikan secara langsung dalam pertemuan kedinasan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten TTU pada Selasa (21/7/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya pengawasan aktif dan berkala dari setiap kepala fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut terhadap perkembangan kasus tengkes (stunting) di wilayah kerja masing-masing. Langkah konkret ini dinilai sangat krusial guna memastikan target penurunan prevalensi stunting pada tahun 2027 mendatang dapat terealisasi secara optimal.
Menurut Yosep, penanganan stunting tidak hanya terbatas pada intervensi medis, melainkan juga menuntut edukasi yang masif dan persuasif kepada masyarakat. Ia secara khusus menyoroti tantangan berupa kebiasaan adat tertentu yang masih membatasi konsumsi makanan bergizi bagi ibu hamil, sehingga memerlukan pendekatan sosial yang humanis untuk mengubah pola pikir tersebut.
Selain fokus pada stunting, Bupati TTU juga memberikan perhatian serius terhadap upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Ia menginstruksikan para tenaga medis untuk meningkatkan ketelitian dalam memeriksa pasien serta terus membenahi tata kelola manajemen pelayanan di Puskesmas demi menghadirkan layanan yang cepat dan tepat.
Lebih lanjut, ia meminta para Kepala Puskesmas untuk tampil sebagai pemimpin yang aktif menjalin komunikasi dan hadir langsung di tengah masyarakat. Kolaborasi erat dengan pemerintah desa, pihak kecamatan, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai sebagai pilar utama dalam membangun derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten TTU.