Menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris pada Minggu (12/7) dini hari WIB, skuad Norwegia menebar optimisme tinggi. Meski publik kerap menyoroti Erling Haaland dan Martin Odegaard sebagai figur sentral, para pemain Norwegia menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya terletak pada kolektivitas tim yang solid di bawah asuhan Stale Solbakken.
Bek Norwegia, Odin Bjortuft, mengakui bahwa Inggris memang memiliki keunggulan dari sisi kualitas individu pemain. Namun, ia menekankan bahwa semangat kebersamaan dan kerja sama kelompok Norwegia menjadi pembeda yang signifikan. Bjortuft meyakini bahwa kemenangan di babak delapan besar nanti akan diraih melalui kinerja kolektif, bukan sekadar aksi individu pemain bintang.
Rasa persaudaraan di dalam tim menjadi bumbu sukses Norwegia yang kini mencetak sejarah dengan menembus perempat final untuk pertama kalinya. Kedekatan para pemain, mulai dari aktivitas di luar lapangan hingga atmosfer positif di kamp latihan, diakui menjadi faktor 'X' yang membuat skuad Norwegia tampil lebih dari sekadar kumpulan pemain berbakat.
Selain kekompakan, peran Patrick Berg turut mendapat perhatian khusus. Pemain yang memiliki kecerdasan taktis di atas lapangan ini disebut sebagai otak di balik performa stabil Norwegia. Sosoknya dihormati oleh rekan setimnya, termasuk oleh megabintang sekaliber Haaland, berkat kepemimpinan dan visinya dalam mengorganisir permainan tim.
Tidak hanya mengandalkan sebelas pemain utama, Norwegia juga memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Penyerang muda Andreas Schjelderup yang kini merumput di Benfica telah membuktikan efektivitasnya sebagai pembeda dari bangku cadangan dengan kontribusi tiga assist. Kombinasi antara solidaritas tim, kepemimpinan taktis, dan kontribusi pemain pelapis diprediksi akan menjadi tantangan berat bagi tim 'Tiga Singa' dalam perebutan tiket ke semifinal.