PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendorong kaum muda untuk mengoptimalkan kemajuan teknologi digital tidak hanya demi kemudahan bertransaksi konsumtif, melainkan sebagai alat untuk mengelola keuangan secara cerdas dan disiplin.
Pesan tersebut disuarakan oleh Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, dalam gelaran Lampung Financial Festival 2026. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan utama anak muda saat ini terletak pada kemampuan mengendalikan dan mengalokasikan penghasilan di tengah gempuran tren gaya hidup modern dan kemudahan transaksi nontunai.
Menurut Achmad, pemahaman finansial idealnya ditanamkan bahkan sebelum seseorang mulai menghasilkan pendapatan sendiri. Dengan mengadopsi kebiasaan menyisihkan uang di awal waktu—bukan sekadar mengandalkan sisa pengeluaran di akhir bulan—generasi muda dapat menentukan skala prioritas secara bijak antara kebutuhan pokok, dana darurat, investasi, dan hiburan.
Dalam pemaparannya, BRI menyoroti tiga pilar penting yang wajib dibangun oleh generasi muda, yakni disiplin finansial (financial discipline), pemahaman keuangan (financial knowledge), dan pola pikir pertumbuhan finansial (financial growth mindset). Ketiga fondasi ini dinilai krusial untuk memaksimalkan manfaat pertumbuhan aset secara eksponensial melalui efek compounding dalam jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, BRI mengembangkan aplikasi BRImo yang mengintegrasikan berbagai layanan perbankan digital. Fitur-fitur di dalamnya dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam memantau pengeluaran, menabung, hingga berinvestasi secara terencana dalam satu platform.
Selain mengedukasi pengelolaan modal, Achmad juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan keuangan (financial scam). BRI mengimbau masyarakat untuk selalu memegang prinsip "Stop, Check, Verify"—yaitu tidak tergesa-gesa saat merasa ditekan, memeriksa riwayat transaksi di aplikasi resmi, serta memverifikasi informasi langsung ke saluran resmi bank.