Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa alokasi anggaran rumah tangga untuk kebutuhan medis dan kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025. Secara akumulatif nasional, rata-rata biaya berobat dan pemeliharaan kesehatan rumah tangga di wilayah perkotaan maupun perdesaan mencapai Rp2,26 juta per bulan, naik sebesar 15,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari seluruh wilayah di tanah air, Provinsi Papua Tengah menduduki posisi teratas dengan rata-rata pengeluaran kesehatan rumah tangga tertinggi, yakni mencapai Rp158,98 ribu per bulan. Angka ini menunjukkan lonjakan drastis hingga 395,52 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Di urutan kedua, Provinsi Maluku mencatatkan rata-rata belanja kesehatan keluarga sebesar Rp118,77 ribu per bulan, atau mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 101,65 persen. Menyusul di posisi ketiga adalah Papua Selatan dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp105,45 ribu per bulan, yang berarti naik 64,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren peningkatan ini juga terlihat di beberapa wilayah luar Jawa lainnya. Kalimantan Barat berada di posisi selanjutnya dengan rata-rata pengeluaran Rp89,41 ribu per bulan (naik 55,64 persen), diikuti Sulawesi Tenggara sebesar Rp85,44 ribu per bulan (naik 39,6 persen). Beberapa daerah lain seperti Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat juga masuk dalam jajaran wilayah dengan pengeluaran kesehatan tingkat rumah tangga yang relatif tinggi.