Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga agar tetap fokus menjaga kelangsungan bisnis pangan di wilayahnya. Peringatan ini menyusul laporan evaluasi kinerja semester pertama yang menunjukkan adanya penurunan pendapatan di sektor pangan, kendati unit usaha ekspansi lainnya mencatatkan keuntungan cukup signifikan.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan fungsi strategis BUMD tersebut tidak bergeser. Menurutnya, Varia Niaga tidak boleh terlalu fokus pada sektor usaha baru yang menguntungkan hingga melupakan tugas utamanya dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Sebagai badan usaha milik daerah, Varia Niaga memegang tanggung jawab ganda. Selain dituntut menghasilkan profit untuk pendapatan daerah, perusahaan ini juga mengemban misi sosial yang krusial untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga komoditas pokok saat terjadi gejolak pasar.
Salah satu unit usaha pangan yang mendapat sorotan tajam dalam evaluasi ini adalah Bebaya Mart di kawasan Jalan Pangeran Antasari. Sektor retail pangan tersebut dinilai membutuhkan pembenahan segera, terutama dari aspek promosi dan strategi pemasaran yang lebih masif untuk menarik minat konsumen.
Marnabas menekankan bahwa reputasi nasional yang diraih Varia Niaga selama ini lahir dari keberhasilan mengendalikan inflasi melalui sektor pangan. Oleh sebab itu, ia meminta jajaran manajemen tidak meremehkan potensi bisnis pangan dan tetap memprioritaskan volume penjualan yang tinggi guna menjaga kestabilan ekonomi daerah.